Mas Sehat | Blog Tentang Kesehatan | Mas Sehat ~ Blog Tentang Kesehatan | www.mas-sehat.com

Badan Lemas Setelah Kaget, Ini Sebabnya

Badan Lemas Setelah Kaget, Ini Sebabnya

Tak jarang, setelah dikagetkan, orang tersebut mengalami badan lemas secara tiba-tiba. Mengapa ini bisa terjadi?

Normalnya, rasa kaget akan muncul ketika orang tidak siap merasakan, menerima atau mengalami suatu hal yang terjadi secara tiba-tiba. Setiap orang memiliki reaksi kaget yang berbeda, tergantung dari batas toleransi tubuhnya.

Saat kaget, tubuh biasanya akan bereaksi dengan memunculkan gejala seperti jantung berdebar, keringat dingin, napas cepat dan pendek, mata terbelalak atau bahkan pingsan. Reaksi ini merupakan hal yang terjadi secara normal, dan dapat timbul karena energi besar yang muncul secara tiba-tiba tanpa disadari.

Meski tergolong sebagai hal yang normal, reaksi tubuh yang timbul akibat kaget dapat sangat menguras energi hingga akhirnya menimbulkan badan lemas. Hal ini karena saat kaget, tubuh akan secara otomatis melakukan perlindungan dengan menganggap hal yang sedang Anda alami sebagai sebuah ancaman. Sehingga, sistem saraf otak melakukan perintah terhadap beberapa organ tubuh untuk melawan. Reaksi kaget ini bisaanya akan memuncak selama sepuluh menit, dan menurun seiring berjalannya waktu.

Tak hanya badan lemas

Tak sekadar badan lemas, ternyata kaget yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko henti jantung mendadak. Karena seperti telah disinggung di atas, tubuh akan merespons kaget dengan meningkatkan denyut jantung, yang pada akhirnya membuat otot-otot jantung bereaksi secara terus-menerus, sehingga kerja jantung menjadi lebih berat.

Kerja jantung yang berat dan secara berlebihan memungkinkan aliran darah untuk berhenti secara mendadak. Alhasil, organ-organ di tubuh Anda, termasuk otak, tidak mendapatkan cukup aliran darah dan oksigen, sehingga kematian mendadak bisa saja terjadi.

Agar tidak mudah kaget

Batas toleransi kaget pada tiap orang berbeda-beda. Jika Anda adalah orang yang sangat mudah merasa kaget, bahkan pada hal-hal kecil sekalipun, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai solusinya, yaitu:

Relaksasi

Relaksasi adalah suatu proses untuk mengurangi ketegangan dan mengembalikan keseimbangan tubuh serta pikiran. Selama relaksasi, denyut jantung dan pernapasan akan menjadi lebih lambat. Hal ini pada akhirnya dapat membantu Anda mengurangi reaksi tubuh saat dikagetkan oleh hal apa pun.

Meditasi

Meditasi merupakan latihan untuk memfokuskan kerja otak, agar tubuh dan pikiran menjadi tenang. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan duduk tenang, mengatur pernapasan secara perlahan-lahan dan teratur selama 15 hingga 20 menit. Jika dilakukan dengan tepat, meditasi mampu menurunkan detak jantung dan ritme pernapasan.

Yoga

Yoga dapat membantu melatih pernapasan dan menjaga otot tidak mudah menegang. Hal ini pada akhirnya membuat Anda bisa bersikap tenang, sekalipun dikagetkan oleh suatu keadaan.

Itulah beberapa alasan mengapa kaget bisa bikin badan lemas. Mengetahui bahwa kaget juga dapat menyebabkan henti jantung mendadak pada orang-orang tertentu, sebaiknya Anda tidak melakukan tindakan ini sembarangan. Sedangkan, jika Anda merasa sangat mudah kaget dan tidak mampu diatasi dengan cara-cara di atas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Tak Ingin Badan Lemas? Jauhi Hobi Marah!

Setiap orang tentu pernah merasakan amarah. Hal ini sangat wajar karena rasa marah adalah salah satu bentuk ekspresi emosi manusia. Kemarahan memang kadang dapat membantu Anda meluapkan emosi yang meledak. Namun, kemarahan yang dirasakan terus-menerus justru tidak baik, bahkan bisa memicu badan lemas.

Emosi yang dirasakan manusia berasal dari sebuah struktur kecil dalam otak, yaitu amigdala. Amigdala berfungsi untuk mengidentifikasi ancaman dan memperingatkan saat dalam bahaya agar seseorang melindungi dirinya. Saat Anda merasa tidak suka dengan perilaku seseorang atau suatu kondisi tertentu, amigdala akan berespons seakan Anda dalam bahaya sehingga timbul rasa marah.

Amigdala juga bereaksi lebih cepat dibandingkan bagian utama otak (korteks serebri, yang berfungsi untuk berpikir). Itulah sebabnya saat seseorang merasa marah ia cenderung akan bertindak sebelum berpikir secara rasional.

Saat sedang marah, neurotransmiter katekolamin akan keluar dalam otak. Selain itu, beberapa hormon pun akan dikeluarkan, seperti adrenalin dan kortisol. Bersama-sama, ketiga senyawa aktif ini akan menyebabkan seseorang lebih aktif dan bertenaga. Hal tersebut juga diikuti dengan peningkatan tekanan darah, peningkatan denyut nadi, dan pernapasan.

Tak heran bila sedang marah, Anda akan merasa napas terengah-engah dan dada terasa berdebar. Aliran darah juga akan semakin banyak, terutama ke bagian wajah sehingga kadang wajah akan terlihat kemerahan.

Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama. Setelah kemarahan selesai, umumnya seseorang akan merasakan badan lemas. Aktivitas yang meningkat saat marah membuat Anda merasa lelah dan lemas. Bila kemarahan dirasakan terus-menerus dalam jangka waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun, efeknya bisa lebih buruk lagi. Di samping badan lemas, berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) bahkan penyakit jantung bukan tidak mungkin terjadi.

Berpikirlah lebih positif

Telah banyak studi yang menunjukkan bahwa pikiran positif berdampak baik bagi kesehatan. Berpikir positif dapat meningkatkan kekebalan tubuh, membuat Anda lebih jarang sakit, menurunkan risiko terkena penyakit jantung, mencegah tekanan darah tinggi, menghindari badan lemas, dan mengurangi rasa nyeri.

Secara umum, berpikir positif dapat membuat Anda lebih panjang umur. Tak hanya itu, pikiran positif juga akan membantu Anda dalam berkomunikasi sehingga hubungan sosial dengan orang lain atau rekan kerja pun akan lebih baik.

Selain pikiran positif, beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar terbebas dari badan lemas adalah:

Pola makan sehat

Memiliki pola makan sehat lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Faktanya, hal ini memang sangat penting bila Anda ingin memiliki tubuh sehat. Makanan adalah sumber energi utama tubuh. Makanan yang sehat dan bergizi seimbang akan menjadi bahan bakar yang baik untuk menunjang aktivitas Anda.

Aktivitas fisik

Banyak orang berpikir untuk mengatasi badan lemas cukup beristirahat saja. Padahal, dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin, badan Anda justru akan lebih segar dan bertenaga. Berolahraga akan memelihara ketahanan jantung dan paru. Selain itu, endorfin yang dikeluarkan setelah berolahraga akan membuat seseorang merasa lebih nyaman dan bahagia.

Istirahat cukup

Hal ini mungkin tampak sulit terutama bagi para pekerja. Namun, istirahat tetaplah sangat penting untuk tubuh Anda. Saat istirahat, tubuh akan mengalami regenerasi, berbagai sel akan diperbaharui. Ketika bangun, Anda akan memperoleh tenaga Anda kembali dan bebas dari badan lemas.

Hindari kebiasaan merokok dan minum alkohol

Merokok dan minum alkohol adalah faktor risiko utama untuk berbagai penyakit. Menghindari kebiasaan ini tidak hanya mencegah badan lemas tetapi juga beragam penyakit yang mengintai.

Tidak sulit untuk bebas dari badan lemas. Cukup tinggalkan rasa marah Anda dan jalani hidup dengan berpikir positif.

Terima kasih telah membaca artikel tentang Badan Lemas Setelah Kaget, Ini Sebabnya di blog Solusi Sehat Manfaat jika anda ingin menyebar luaskan artikel ini di mohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silakan bookmark halaman ini diwebbroswer anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.

Artikel terbaru :

Mas Sehat | Blog Tentang Kesehatan | Mas Sehat ~ Blog Tentang Kesehatan | www.mas-sehat.com